Home

Message Board > Visitors > Rabu, 23 April 2014 | 22:04 WIB
Sekilas Tentang Yuyung Abdi
Yuyung Abdi dan kamera memang seakan tak terpisahkan. Sejak lahir dia sudah disandingkan dengan aneka jenis kamera, termasuk kamera dengan tele panjang. Dalam usia masih sangat muda, 14 tahun, dia sudah menekuni fotografi memakai kamera SLR.
PROFESI
Mulai berkerja sebagai wartawan foto Jawa Pos sejak 1995.

DEDIKASI
- Dedikasi yang pernah disumbangkan untuk pendidikan, pernah menjadi pengajar beberapa universitas ternama
+ Testimonial
Tasteful, thought provoking, and artistically beautiful images of women whose living depends upon their ability to meet sexual needs of strangers, these photos depict the hidden profession of prostitution that apparently flourishes throughout Indonesia.
As an American who has visited Indonesian many times in the past 12 years, yet who still speaks only limited Indonesian, I must struggle to communicate with Yuyung, who, in turn, struggles to communicate with me in English. But his photos carry a message that transcends language barriers. Through his photos, I see what he sees. And I think I know how he feels. He has touched me with these images. Surely, these images will also touch you.
Penuh cita rasa dan menggugah kita untuk berpikir. Buku ini berisi potret wanita yang kehidupannya bergantung pada kemahiran memenuhi hasrat seksual orang-orang yang tak mereka kenal, para pelanggan mereka. Buku ini menggambarkan dunia prostitusi, sebuah profesi yang pada kenyataannya tumbuh pesat di seluruh penjuru Indonesia.
Sebagai warga Amerika yang sering mengunjungi Indonesia dalam kurun 12 tahun terakhir, kemampuan berbahasa Indonesia saya masih terbatas. Sehingga masih sulit untuk berkomunikasi dengan Yuyung. Sebaliknya, Yuyung juga kesulitan berkomunikasi dengan saya dalam bahasa Inggris. Tapi, foto-fotonya membawa pesan yang menembus batas bahasa.
Melalui foto-fotonya, saya melihat apa yang dia lihat. Saya menjadi tahu apa yang dia rasakan. Dia telah menyentuh perasaan saya lewat foto-fotonya. Saya yakin, dia juga akan menyentuh perasaan Anda lewat foto-fotonya.
-- John R. Mohn
Adjunct Professor,
University of Evansville,
Evansville, Indiana. - USA
Yuyung yang saya lihat punya kemampuan fotografi jurnalistik jauh di atas rata-rata, jelas perlu mendapat acungan jempol yang lain. Redaktur foto harian Jawa Pos ini telah membuktikan bahwa kerja wartawan tidak semata menerima tugas dari atasan.
Yuyung dengan aktif telah membuat membuat indepth reporting atas inisiatif sendiri,sebuah tindakan yang sangat jarang dilakukan wartawan Indonesia. Semoga upaya Yuyung memacu kemajuan dunia jurnalistik Indonesia!
-- Arbain Rambey
(fotografer Harian Kompas)
"Saya merasa sangat bangga dan terkesan dengan karya saudara Yuyung Abdi yang telah kenyang dengan asam garam fotografi yang ia geluti". Apalagi yang disuguhkan kali ini adalah masalah sosial yang senyatanya, yaitu jagad pelacuran dalam bahasa visual.
-- H. Soenarjo
Wakil Gubernur Jawa Timur
Jurnal visual Yuyung adalah suatu telaah yang berlandasakan pada komitmen sosial, melanjutkan semangat para perintis jurnalistik investigasi macam Jacob Riis dan Lewis Hine yang mengungkap kemiskinan termasuk buruh bocah di kota New York pada 1912-an melalui lensa dan analisis jurnalistik mereka.
Suatu kerja keras yang menjadi pangkal perubahan fundamental UU perburuhan federal di AS.
-- Oscar Motuloh
Pewarta Foto Antara
Pewarta foto yang bekerja sebagai fotografer senior harian Jawa Pos ini tentu diyakini mahir pun memiliki ketajaman insting menggali sumber ceritanya.
Sudah pasti, teknik memotret dan gaya pengambilan gambar menjadi bukan teknik dan gaya yang lazim dilakukan sehari-hari
-- Kristupa W Saragih
Fotografer profesional
dan Pendiri Fotografer.net